^Kembali Ke Atas
foto1 foto2 foto3 foto4 foto5

hair saloonSegenap Pengurus dan Anggota Suzuki Esteem Family Indonesia SEFI mengucapkan Selamat Hari Raya Iedul Fitri 1437 H / 2016M. Mohon maaf lahir batin, taqobbalallahu minna wa minkum Minal aidin wal faidzin..

'
'

Safety Driving

Sesuaikan kaca spion belakang dan samping

Pandangan keluar melalui jendela belakang dan sepanjang sisi kendaraan harus jelas dan tidak terhalang.

Kenakan sabuk pengaman sepanjang waktu

Menggunakan sabuk pengaman dapat secara signifikan mengurangi kemungkinan luka serius atau kematian ketika kecelakaan.

Perhatikan Garis Yang Ada Di Jalan Tol

Bila terdapat garis kuning panjang tidak terputus,berarti jalan terdiri dari dua arah. Jangan lewati garis itu untuk melewati kendaraan lain. Setelah menemukan garis putih dan terputus-putus, Maka kita Boleh menyusul kendaraan lain.

Keluarkan Penumpang

 Saat Memperbaiki Kendaraan
Jika terpaksa mobil di perbaiki di jalan, Wajib penumpang harus keluar dari mobil dan menunggu di rumput. Hal ini untuk mengantisipasi kendaraan lain yang terpaksa membuang mobil keluar jalur

Pasang Segitiga Pengaman

Jikan mobil berhenti di tengah jalan karena keadaan darurat, jangan lupa pasang segitiga pengaman berjarak 10m, dan menyalakan lampu hazard

Menepilah ke Kiri Jalan Bila Ban Pecah

Di wajibkan saat anda mengalami pecah ban menepilah ke kiri jalan.

Mendahului Harus dari Kanan

Menyusul kendaraan lain harus dari kanan jalan. Dan perlu di ingat bahu jalan digunakan hanya oleh ambulans atau mobil rescue, keadaan darurat (saat ban pecah)

Beri Tanda Saat Berbelok

Kelengahan yang sering di lakukan pengendara. Lupa member tanda saat membelokan kendaraan, Pastikan anda member tanda kemudian melihat spion tengah baru spion samping kiri dan kanan seelum membelokkan kendaraan.

Jaga Jarak

Menjaga jarak merupakan faktor terpenting di saat anda berkendara dalam jalan bebas hambatan. Jarak minimal tergantung kecepanan, misalnya pada kecepatan 100 km/jam kita harus mengambil jarak minimal 55 m.

Event Calendar

August 2017
S M T W T F S
30 31 1 2 3 4 5
6 7 8 9 10 11 12
13 14 15 16 17 18 19
20 21 22 23 24 25 26
27 28 29 30 31 1 2

Acara SEFI di GUCI Tampil di Koran Suara Merdeka

Koran Suara Merdeka edisi 27 Oktober 2015 meliput dan memberitakan acara SEFI di Tempat Wisata Pemandian Air Panas Guci Tegal pada tanggal 24-25 Oktober 2015, dengan judul " SEFI Bantu Pencinta Alam",  silakan meluncur ke sumber aslinya :  SEFI di Koran Suara Merdeka

 

Adapun isinya, kami salin sebagai berikut :

BUMIJAWA – Suzuki Esteem Family Indonesia (SEFI) memberikan bantuan kepada Komunitas Pencinta Alam Pekandangan (kompak) Bumijawa saat berkunjung ke Objek Wisata Air Panas Guci Kabupaten Tegal, Minggu (25/10). Bantuan itu diberikan mengingat maraknya kebakaran hutan. Hingga kini, sedikitnya ada 10 kejadian kebakaran hutan di lereng Gunung Slamet.

Salah satu 'dedengkot' SEFI, Boby Wahyu Nugraha mengatakan, bantuan sepatu boot diberikan sebagai bentuk keprihatinan SEFI terhadap maraknya kebakaran hutan di Indonesia, termasuk di wilayah lereng Gunung Slamet. Kegiatan yang terbalut dalam Esteem Adventure juga dilakukan dengan mengunjungi objek wista lokal. Hal itu dilakukan untuk menggali potensi wisata lokal agar bisa dipromosikan kepada dunia luar. ”Kalau bukan kita siapa lagi yang memopulerkan wista lokal kepada dunia,” kata Boby yang membawa anggotanya sekitar 60 orang dengan 20 mobil itu.

Menurut dia, potensi wisata lokal masih banyak yang belum digali. SEFI sudah mengunjungi lebih dari 20 wisata yang ada di Indonesia. Tindak lanjut dari Esteem Adventure yakni memublikasikan potensi wisata melalui website SEFI. Publikasi dari mulai jalan menuju objek, tiket masuk, fasilitas dan lainnya. SEFI juga menjalin kerja sama dengan Pesona Indonesia untuk menginformasikan wista lokal yang telah dikunjungi SEFI. ”Esteem Adventure juga sebagai spirit bahwa mobil tua juga masih bisa naik gunung dan perjalanan medan ekstrem,” ujar Boby. Sementara itu, Ketua Kompak Bumijawa, Kapidin mengatakan, bantuan sepatu boot sangat berharga bagi para pencinta alam, karena selama ini pencinta alam hanya menggunakan alat seadanya. Selain itu, Kompak belum pernah mendapatkan bantuan dari pemerintah. ”Kami sangat membutuhkan pompa air dan gergaji mesin. Selama ini, kami memadamkan kebakaran dengan alat seadanya,” jelasnya. Dibeberkan, selama musim kemarau sedikitnya 10 kejadian kebakaran di sekitar Gunung Slamet. Di antaranya, di Hutan Depok, Sinusa, Maribaya di Desa Rembul Kecamatan Bojong seluas 10 hektare, Hutan Guci seluas 4 hektare, Jalur Pendakilain Kaliwadas seluas 30 hektare, dan Jurangmangu seluas 8,5 hektare. ”Setelah kemarau, biasanya datang bencana puting beliung,” katanya.(H64-47)

SEFI - Suzuki Esteem Family Indonesia