^Kembali Ke Atas
foto1 foto2 foto3 foto4 foto5

hair saloonSelamat Tahun Baru 2018 : Semoga Makin Guyub dan Rukun :: Sebarkan virus LCS - Love Care & Share- :: Ingat Maret 2018 ada acara : 4th Anniversary of SEFI di SOLO :: Tunggu kabar selanjutnya...

'
'

Cairan Radiator Coolant

Cairan radiator coolant yang kita gunakan baik yang berwarna hijau maupun berwarna merah umumnya mengandung senyawa Ethylene Glycol.

Perlu kita ketahui bahwa sebetulnya zat Ethylene Glycol ini sangat beracun bagi tubuh dan lingkungan, walau untungnya senyawa Ethylene Glycol ini mudah terurai dalam waktu yang tidak begitu lama.

Ironisnya Ethylene Glycol sepintas terlihat seperti tidak berbahaya, apalagi warnanya yang seperti sirup, dan juga tidak berbau.

 Limbah Ethylene Glycol dari radiator coolant yang terbuang ke alam konon akan terurai dalam waktu beberapa hari hingga seminggu, sementara jika Ethylene Glycol masuk ke dalam tubuh dalam dosis kecil melalui pernapasan/kulit maka akan terurai dalam waktu 48 jam. Tetapi yang menjadi masalah di sini adalah Ethylene Glycol yang terurai dalam tubuh kemudian akan membentuk asam oksalat, yang mana akhirnya akan berdampak buruk terhadap ginjal.

Jika mengalami keracunan Ethylene Glycol, maka zat penawar yang dapat digunakan adalah Ethanol dan Fomepizole (Antizol), tetapi bagaimanapun juga segera panggil atau bawalah ke Dokter.

Menangani Radiator Coolant :

- Saat membuang air + coolant dari radiator pastikan anda menggunakan sarung tangan dan hindari air radiator yang mengandung coolant mengenai kulit anda.

- Tampunglah limbah radiator coolant yang beracun tersebut dan jangan dibuang langsung ke saluran/tanah. Campur limbah radiator coolant dengan air dan arang karbon, diamkan selama beberapa hari - hingga maksimal seminggu sampai Ethylene Glycol terurai, barulah dibuang dengan terlebih dahulu ditambah air dalam jumlah besar atau sambil alirkan air saat membuang.

- Saat mengisi radiator coolant yang baru juga gunakan sarung tangan. Jika kulit terkena cipratan radiator coolant segeralah basuh dengan air.

Kesimpulan :

Bagaimanapun juga sistem pendingin mesin kendaraan dengan radiator sangat membutuhkan zat coolant untuk perlindungan dan keawetan komponen radiator/pompa air serta saluran air pada blok mesin serta kepala silinder agar tidak berkarat, serta memperpanjang usia pompa air karena coolant yang berkualitas umumnya mengandung zat pelumas dan anti karat.

Dan kita harus hati-hati dalam menangani zat coolant untuk radiator.

Semoga bermanfaat...

SEFI - Suzuki Esteem Family Indonesia